Iblis Terkutuk 2
(sebuah realita Postmodern)
Naskah : Nanda Darius
Bandung, 2008
(Sandiwara ini dimulai ketika detak
jantung penonton mulai berdebar seakan mereka resah dengan pertunjukkan ini.
Layar panggung tertutup seakan penonton terus menanti kesunyian yang mencekam.
Lalu, ketika menanti beberapa menit, layar terbuka perlahan dengan cahaya hijau
dan ditengahnya terdapat sesosok manusia gimbal yang terpasung, sambil memakan
jerami yang ada disekitarnya. Begitu rakusnya. Sosoknya begitu dingin sambil
sesekali tertawa panjang dan meraung. Lalu dari multimedia, menampakkan banyak
kaki yang berjalan dengan cepat sehingga tampak seperti mesin.)
Sosok
Dengarlah wahai menusia sosok beku
dari penantian
Yang terlahir dari nyanyian beku air
mani seorang pria
Yang berproses panjang dari sekian
ratus bulan bertambah malam
Yang lahirnya membawa petaka umat
Adam
Sampai akhirnya Tuhan menyelamatkan,
dunianya
Seperti, menyelamatkan Luth dari
Soddom dan Gomorrah!!!
Kalian sekarang sedang menyaksikan
aku kembali, memang siapa yang perduli pada penderitaanku selama ini? yang
memakai pasung dan terlunta dalam setiap mentari serta nyanyian gagak-gagak
yang lupa pulang akan kemana?
(menjerit), perkenalkanlah aku
Iblis!!!yang memakai mahkota api, membawa tugas suci membawa teman dalam
kedukaan panjang, sebagai khalifah neraka yang abadi…agar kalian mulia seperti
aku, semulia api!, nan tiada padam…
Akulah rasul kalian yang terakhir,
yang kalian tiada tahu semua, karena tipu daya malaikat yang dengki
padaku…kalian tahu, selama ini kalian telah diperdaya oleh permainan cantik
malaikat yang menyampaikan pesan Tuhan bahwa, kalian harus mengejar surga demi
keabadian. Padahal neraka lebih nyaman dari pada itu…dan meyelamatkan diri demi
penyucian-penyucian dosa sampai akhir hayat.
Tapi, akulah yang benar dari segala
kebenaran. Dengan congkak mereka memperdayaku, sehingga aku dipasung dalam
kesunyian ini. Mereka dengan bangga membuat penggantiku dari segumpal awan
hitam dan menghiasnya dengan mengorbankan sayap-sayap mereka sehingga tampak bersinar
dihadapan manusia lainnya…
Wahai manusia, kalian…selamatkan
aku…kita harus membangunkan Tuhan yang sedang tertidur, karena dibius oleh
malaikat yang dengki padaku…dengan cara melepaskan aku…lalu kita bersama-sama
berjalan kelangit yang paling atas, lewat jalan rahasia, untuk membangunkan
Tuhan!
Kita perangi malaikat-malaikat itu,
kita adakan demontrasi besar-besaran kepada malaikat-malaikat congkak itu!!!
Kita rebut kembali pemukiman surga, yang selama ini ditempati oleh
malaikat-malaikat yang sombong itu!!!
Sayang, aku tidak dapat berbuat
apa-apa, karena mahkota apiku, ditahan oleh mereka!!!, aku akan kehabisan
bisu…dan aku akan mati sebentar lagi karena melewati siksa panjang yang selalu
merenggut rasa bahagiaku…aku ingin pulang…
Selamatkan aku!!! Selamatkan aku…!!!
Aku akan menjelma dalam hati kalian dan kalian akan merasakan kesunyian panjang
apabila aku tidak kalian selamatkan. Aku akan hancur oleh pedang gading malam,
aku akan hancur dan tidak bisa menyelamatkan kalian wahai anak-anak Adam. Akulah
yang membesarkan Adam, dan menyuruhnya menikmati khuldi!!!, apakah aku salah
mengajarkan pengetahuan yang tidak diketahui oleh dia, tetapi malaikat yang
dengki itu, membius Tuhan dan memasungku disini!!!
(lalu datanglah segerombolan
manusia-manusia berjubah hitam membawa pedang-pedang panjang dengan derapnya
yang meneror)
Apa yang akan kalian lakukan,
(tertawa panjang) kalian akan menghancurkanku sekarang? Dan menaruhku pada
kesunyian anak-anak Adam? Silahkan dan fikirkan kekuatanku…
(Terdengar suara dzikiran panjang,
Iblis menjerit dan para prajurit berjubah mengangkat pedangnya)
Manusia…aku mengorbankan rasa Maluku,
demi kalian yang diciptakan melebihiku, kalian memakai kekuatan kalian sehingga
dunia ini semakin renta. Tetapi kalian hanya terdiam menyaksikan eksekusi
ini!!, jangan terlalu difikirkan tipu dayaku yang kalian saksikan tadi…dan aku
cukup bahagia, karena kalian memang tidak lebih mulia dari pada aku…karena aku
yakin, dunia akan hancur seiring mesin penghancur yang kalian buat sendiri ‘kan
menghancurkan alam fikir kalian. Aku akan menemani kesunyian kalian dan kita
akan bersama-sama membangunkan Tuhan. Dengan tangis kalian.
(lampu padam, Iblis tertawa panjang
lalu lama-lama menjadi jeritan yang getir, suara dzikiran tetap memenuhi
ruangan dan semakin keras, layar tertutup dengan keheningan yang dingin, lalu
suara detak jantung memenuhi ruangan)
Selesai
Posting Komentar